Bukan Pizza atau Pasta, Ini 6 Makanan Tradisional Kota Milan di Italia

Berbicara mengenai kuliner Italia, tentu yang situs slot gacor tersedia di dalam benak kami disaat mengayalkan tak akan jauh-jauh berasal dari pasta ataupun pizza, bukan? Tak heran mengingat kedua makanan tersebut memang lumayan sama sebagai kuliner asal Italia yang cita rasanya sangat mendunia.

Tapi, siapa sangka bahwa ternyata di kota terbesar kedua Italia yakni kota Milan, pizza ataupun pasta ternyata bukan menu yang menjadi ciri kuliner tradisional di kota tersebut lho. Bahkan menu makanan khas kota mode satu ini malah lebih didominasi oleh daging dan nasi, dan juga jarang memasukkan saut tomat sebagai bumbu pelengkap. Hm, kira-kira apa saja ya menu kuliner tersebut? Langsung liat yuk di bawah ini.

1. Risotto alla Milanese

Sekilas dicermati mungkin nampak layaknya nasi kuning ya? Tapi rasanya beda banget kok, guys. Menu makanan satu ini terdiri berasal dari olahan beras yang dimasak bersama campuran saffron (bahan makanan mahal yang punya aroma dan rasa yang unik), yang berfaedah sebagai pewarna makanan.

Proses pembuatan dan bahan berasal dari menu kuliner satu ini memang lumayan simpel. Yang paling utama di dalam pembuatan Risotto alla Milanese sendiri adalah campuran sumsum tulang sebagai penyedap rasa, dan juga keju dibagian akhir sistem memasak untuk menciptakan tekstur creamy terhadap nasi.

Risotto alla Milanese mampu dibilang sebagai kuliner terpopuler dan paling utama di kota Milan. Oleh karenanya, banyak yang mengatakan bahwa tak lengkap mampir ke kota tersebut seumpama tak mencicipi segera masakan risotto khas masyarakat lokal. Gimana, tertarik mencoba?

2. Ossobuco

Ossobuco terdiri berasal dari dua kata Italia yakni, ‘osso’ yang berarti tulang, dan ‘buco’ yang berarti lubang. Sesuai namanya, bahan utama yang diperlukan pun ialah irisan berasal dari paha sapi bersama sistem perebusan selama sebagian selagi sampai kuah meresap di dalam rendaman anggur putih, kaldu, irisan sayur, bawang, dan tomat sebagai pelengkap untuk menciptakan tekstur daging tulang yang lembut dan cita rasa saus yang lezat dan menyatu di seluruh bagian.

Warga lokal kadang-kadang menyantap ossobuco sebagai lauk bagi risotto dan polenta. Kabarnya, selagi yang tepat untuk menyantap ossobuco adalah sehari sesudah makanan satu ini selesai dimasak, gara-gara aroma dan rasa yang terlihat akan lebih kuat dan lezat.

3. Cotoletta alla Milanese

Bukan Pizza atau Pasta, Ini 6 Makanan Tradisional Kota Milan di ItaliaRicette.donnamoderna.com
Kalau yang satu ini merupakan makanan yang punya persamaan bersama menu tradisional Austria, yakni schnitzel. Tak mengherankan mengingat zaman dulu, Milan sempat berada di bawah kekuasan wilayah Austria sebelum selanjutnya masuk menjadi anggota berasal dari Italia.

Perbedaan berasal dari cotoletta bersama schnitzel sendiri mungkin terletak terhadap penentuan daging dimana resep original khas Milan kebanyakan tidak mengantarai tulang muda berasal dari daging disaat diolah. Sementara untuk sistem pembuatan cotoletta sendiri termasuk tak beda jauh berasal dari pembuatan schnitzel. Yakni melumuri daging bersama telur dan tepung roti, sebelum selanjutnya digoreng sampai berwarna kuning keemasan dan crispy.

Cotoletta mampu ditemukan bersama gampang di beragam wilayah kota Milan. Dan sepertinya, menu satu ini akan sangat cocok deh bersama lidah kami orang Indonesia. Setuju gak?

4. Cassoeula

Cassoeula memang bukanlah menu yang lumayan kondang di era modern gara-gara aroma dan rasanya yang sangat kuat. Tetapi sebagai hidangan tradisional, cassoeula merupakan kuliner khas Milan yang senantiasa dijaga kelestariannya.

Cassoeula adalah makanan yang resepnya kabarnya mampir berasal dari para petani Milan dan terdiri berasal dari campuran daging babi dan juga kubis yang dimasak menjadi satu dan dihidangkan hangat khususnya terhadap cuaca dingin.

Dalam sebagian resep tradisional, daging babi yang digunakan tidak hanya berupa anggota badan saja tetapi termasuk beragam campuran jeroan layaknya telinga, hidung, dan anggota daging di kepala yang ikut dimasukan ke di dalam panci lantas direbus bersama minuman anggur dan bumbu sampai kuah meresap seluruhnya dan menjadikan daging sangat empuk untuk dikunyah.

5. Polenta

Polenta adalah sajian menu di Milan yang terbuat berasal dari cornmeal atau tepung jagung. Menu satu ini telah ada sejak lama di Italia dan tersedia sebagian macam variasi cara memasaknya yang mampu dicoba.

Tetapi di kota Milan sendiri, polenta lebih dikenal sebagai kuliner yang dihidangkan untuk pendamping masakan daging sepeti ossobuco, atau dimasak selayaknya bubur dan dibumbui bersama cara yang serupa layaknya risotto.

6. Panettone

Panettone merupakan roti kondang di Italia yang termasuk dijuluki fruitcake dan asalnya adalah berasal dari kota Milan. Roti satu ini punya tekstur lembut dan rasa manis bersama campuran kismis atau manisan buah lainnya di di dalam roti.

Normalnya, roti ini mampu ditemukan di seluruh Italia hanya terhadap era liburan khususnya di selagi natal. Tetapi seumpama anda berkesempatan untuk mampir ke Milan, anda mampu coba melacak sebagian toko bakery yang sengaja menyediakan panettone di dalam menu sajian mereka dan membawanya pulang untuk oleh-oleh.

Itulah tadi daftar enam makanan tradisional yang tersedia di kota Milan. Kira-kira mana nih yang paling menarik perhatianmu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *