Babi Panggang Berlapis Lembaran Emas 23 Karat

Medan – Seandainya di Sumatera Utara (Sumut) ada olahan makan daging babi yang familiar bernama Babi Panggang Karo atau yang akrab disebut BPK maka di pulau Dewata, Bali juga ada olahan babi yang dibakar bernama babi guling.

Metode pengolahannya amat jauh berbeda. BPK, dibakar setelah babi dipotong dan diiris tipis kemudian dimasukkan ke panggangan. Berikutnya dibakar spaceman slot sampai kering. Sementara babi guling, satu ekor babi dibakar penuh sampai kering yang selama progres pembakarannya babi hal yang demikian diguling gulingkan.

Namun review kali ini bukan tentang progres pemasak babi guling Bali pada umumnya. Namun penyajian babi guling dilapisi dengan edible gold atau lembaran emas. Nah, berkeinginan tau apa istimewanya, berikut ulasannya?

Menu non halal khas Bali ini sudah ada semenjak dulu, merupakan Nasi Babi Guling. Menu ini pastinya sudah tak asing lagi bagi mereka penikmat menu makanan non halal.

Dari sekian banyaknya lauk dan sayur yang dihadirkan dalam satu piring menu hal yang demikian, ada satu yang paling dinanti. Yakni kulit babi guling yang renyah dan nikmat. Lazimnya di Bali disebut dengan ‘percobaan kriuk’ untuk memutuskan renyah atau tidaknya kulit babi guling hal yang demikian.

Namun bagaimana jikalau kulit babi guling hal yang demikian dilapisi dengan edible gold atau lembaran emas? Tentunya menjadi hal baru dan unik dalam merasakan Nasi Babi Guling.

Menu unik ini bisa ditemui di salah satu tempat makan Babi Guling di Kota Denpasar, merupakan Babi Guling Golden.

Berdasarkan salah satu pemilik Babi Guling Golden, I Kadek Diantara (30), edible gold leaf merupakan lembaran emas tipis dan aman untuk dikonsumsi. Dan kadar emas yang terkandung, merupakan sebesar 23 karat.

“Ide awal kenapa menggunakan edible gold leaf ini supaya kami punya identitas tersendiri diperbandingkan dengan babi guling yang lain. Karena jikalau kulit guling jumbo mungkin sudah umum dan gampang ditemui dimana-mana,” kata I Kadek Diantara.

Selain itu, Dia dan rekannya, Putu Ayang Paramarta Putra (28) juga terinspirasi dari Chef Nusret Gökçe alias Salt Bae yang familiar dengan gaya menabur garamnya yang ikonik dan beberapa menunya yang berlapis emas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *