Commoro Resto Menyajikan Tempat Makan di Semarang Dengan View Eksotik dengan Menu Yang Sederhana Berkelas

Commoro Resto Semarang menjadi satu di antara restoran yang menyajikan panorama cantik Kota Semarang dan sajikan makanan yang menarik.

Bertempat di Jalan Gajahmungkur Selatan No. 15 B, restoran ini mempunyai tempat yang nyaman untuk menyantap makanan sembari memandang panorama atas Kota Semarang.

Grace Gunawan, Owner Commoro Resto, mengatakan konsep yang disematkan pada restorannya ini mengusung casual dining.

Sedangkan begitu, menu makanan yang disajikan cenderung simpel.

“Kami menyediakan makanan nusantara dan western, tetapi seandainya penamaan ya sop buntut ya sop buntut aja nggak yang aneh-aneh. Jadi orang datang bonus new member ke sini nggak perlu mikir ini makanan apa dan itu makanan apa,” sebutnya.

Sebagian makanan yang diunggulkan ialah Lamongan Smoked Chicken, Nasi Goreng Commoro, dan berbagai jenis olahan iga.

Iga menjadi satu di antara makanan favorit yang ada di Commoro Resto.

“Iga kita spesial karena olahan dagingnya empuk dan meleleh di mulut. Range harga makanan di restoran kami mulai Rp 30 ribu sampai Rp 175 ribu,” ucap perempuan kelahiran 1 Agustus 1988 tersebut.

Selain itu, di Commoro Resto juga menyediakan berbagai minuman mulai yang berjenis tea, coffee, mocktail, beer, juice dan lain sebagainya.

“Pokoknya harganya masih terjangkau bagi seluruh kalangan,” tambahnya.

Tak cuma menawarkan suasana dan view cantik untuk makan dan nongkrong saja, di Commoro Resto juga menyediakan tempat untuk rapat kantor dan juga acara-acara seperti ulang tahun dan event-event lainnya.

Nama Commoro sendiri diambil dari serapan bahasa Arab yang berarti bulan.

“Selain itu nama jalan tempat aku tinggal di Timor Leste itu namanya Commoro jadi memang saling berhubungan,” sebutnya.

Grace mengaku mempunyai kecintaan terhadap kuliner-kuliner nusantara.

Terutama dirinya juga acap kali tamasya kuliner ke berbagai tempat untuk mencicipi makanan khas tempat tersebut.

“Sedangkan aku nggak dapat masak. Tapi katanya, seandainya nggak dapat masak setidaknya punya lidah yang bagus untuk mengevaluasi makanan,” katanya sambil ngakak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *